Makalah obesitas pada balita

Bila terpaksa membeli, sebaiknya dipilih tempat yang bersih dan dipilih yang lengkap gizi, jangan hanya sumber karbohidrat saja seperti hanya mengandung gula saja. Untuk mengangkat zat-zat gizi. Makanan seimbang pada usia ini perlu diterapkan karena akan mempengaruhi kualitas pada usia dewasa sampai lanjut.

Obesitas pada Anak: Kenali Tanda-tanda, Faktor Penyebab, dan Cara Menanganinya

Kesimpulan 1. Jika penyebabnya adalah faktor pengaturan makanan maka dapat dilakukan beberapa hal berikut ini. Anak balita dengan KEP tingkat berat akan menunjukan tanda klinis kwaskiokhor dan marasmus. Akibat pergaulan dengan lingkungannya terutama dengan anak-anak yang lebih besar, anak mulai senang jajan.

Zat gizi ini diperlukan bagi balita sebagai zat tenaga, zat pembangundan zat pengatur. Antara asupan zat gizi dan pengeluarannya harus ada keseimbangan sehingga diperoleh status gizi yang baik.

Untuk mengganti sel tubuh yang aus atau rusak. Kalau ada gejala panas, beri makanan lunak dan banyak cairan atau minum. Utamanya, makanan bayi berbentuk cair, yaitu air susu ibu ASIsedangkan umumnya anak usia lebih dari satu tahun mulai menerima makanan padat seperti orang dewasa.

Yang umumnya ditimbun dalam jaringan supkutan bawah kulit sekitar organ tubuh yang kadang terjadi peluasan kedalam jaringan organnya, dari segi ilmu gizi obesitas, penimbun trigliseida yang berlebihan di jaringan-jaringan tubuh.

Faktor Genetik Parental fatness merupakan faktor genetik yang berperanan besar. Urutan pemberian makanan perlengkapan: Jarak kelahiran yang terlalu rapat Banyak hasil penelitian yang membuktikan bahwa banyak anak yang menderita gangguan gizi oleh karena ibunya sedang hamil lagi atau adiknya yang baru telah lahir, sehingga ibunya tidak dapat merawatnya secara baik.

Berdasarkan keparahannya: Sementara overweight kelebihan berat badan adalah keadaan dimana BB seseorang melebihi BB normal. Protein sempurna. Oleh karena itu, kebutuhan zat gizi sumber tenaga balita relatif lebih besar daripada orang dewasa.

Berbagai peneliti menemukan faktor risiko obesitas sentral yang lain seperti konsumsi makanan, alkohol, riwayat merokok dan aktifitas fisik Lathi Koski, Obesitas adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih, sehingga BB seseorang jauh di atas normal dan dapat membahayakan kesehatan.

Kejadian ini dikarenakan kebutuhan energi dan protein yang meningkat tidak dapat terpenuhi dari asupannya. Kaki bayi yang kelewat gemuk tidak mampu menahan berat badannya.

Susu dapat diberikan dalam bentuk minuman atau campuran seperti sirup dan lain-lain.

CONTOH MAKALAH KESEHATAN OBESITAS PADA BALITA

Perjalanan Perkembangan Obesitas Menurut Dietz terdapat 3 periode kritis dalam masa tumbuh kembang anak dalam kaitannya dengan terjadinya obesitas, yaitu: Latihan fisik yang diberikan disesuaikan dengan tingkat perkembangan motorik, kemampuan fisik dan umurnya.

Tipe Hiperplastik: Memperkenalkan aneka jenis bahan makanan yang terdapat dalam bahan makanan selingan. Saran 1. Oleh karenanya, pola makan yang baik dan teratur perlu diperkenalkan sejak dini, antara lain dengan pengenalan jam-jam makan dan variasi makanan.

Berasal dari tumbuhan, contoh: Secara garis besar, kebutuhan gizi ditentukan oleh usia, jenis kelamin, aktivitas, berat badan, dan tinggi badan. Batita sering disebut konsumen pasif, sedangkan usia prasekolah lebih dikenal sebagai konsumen aktif.

Kita tahu bahwa setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh, yang gunanya untukmenyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya.

Tips Mencegah Obesitas Pada Balita

Konsumsi serat secara linier akan mengurangi asupan lemak dan garam yang selanjutnya akan menurunkan tekanan darah dan mencegah peningkatan berat badan.

Latar Belakang Masa Balita Balita adalah anak yang berusia 0 — 59 bulan, pada masa ini ditandai dengan proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Jenis sayuran seperti genjer, daun turi, bahkan daun ubi kayu yang kaya akan zat besi, vitamin A dan protein dibeberapa daerah masih dianggap sebagai makanan yang dapat menurunkan harkat keluarga.Di seluruh dunia, prevalensi kegemukan telah mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat antara tahun hingga Pada tahun10% pria dan 14 % wanita di dunia mengalami obesitas.

Diperkirakan juta laki-laki. /11/01 · WHO menyatakan bahwa obesitas telah menjadi masalah dunia. Data yang dikumpulkan dari seluruh dunia memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi overweight dan obesitas pada tahun terakhir, saat ini.

Meningkatnya angka obesitas pada anak perlu ditangani secara tepat. Caranya dengan mengenali tanda, penyebab, dan penanganannya.

Info selengkapnya ada di sini! Dengan menjadi anggota Ibu&Balita, Ibu bisa mendapat. Makanan dan Minuman Instan Penyebab obesitas pada anak yang pertama adalah anak suka sekali mengkonsumsi makanan dan minuman yang instan.

Memang dijaman yang serba modern seperti sekarang ini banyak sekali Author: Mei Riska. Berdasarkan Susenasprevalensi gizi lebih pada balita di Indonesia diperkirakan sekitar % di kota dan % di desa.

Masalah gizi lebih tidak hanya menyebabkan kegemukan dan obesitas tetapi juga memicu penyakit Author: Upit_V3. Kekurangan protein murni pada stadium berat menyebabkan Kwasiorkor pada anak-anak dibawah lima tahun (balita).

Kekurangan protein sering ditemukan secara bersamaan dengan kekurangan energi yang menyebabkan kondisi.

Makalah obesitas pada balita
Rated 5/5 based on 92 review